Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pemerintah provinsi tengah menghadapi tantangan besar dalam menjamin akses pendidikan bagi siswa berpenghasilan rendah yang tidak lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SPMB). Menurutnya, mekanisme seleksi yang ada berisiko menyingkirkan calon mahasiswa yang sebenarnya membutuhkan dukungan finansial.
Untuk mengatasi hal ini, Dedi menguraikan serangkaian langkah strategis, antara lain:
- Pembentukan tim khusus yang akan meninjau kembali data calon mahasiswa yang terpilih dan mengidentifikasi kandidat yang terlempar karena keterbatasan ekonomi.
- Penyediaan beasiswa khusus provinsi bagi siswa miskin yang berhasil masuk namun tidak mendapatkan bantuan dana dari sumber lain.
- Pengalokasian tambahan dana ZISWAF dan APBD untuk program pendidikan inklusif.
- Kerjasama intensif dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta perguruan tinggi negeri di Jawa Barat untuk menyesuaikan kuota penerimaan.
- Pembentukan mekanisme monitoring dan evaluasi yang transparan, termasuk pelaporan publik secara berkala.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran pemerintah kabupaten/kota dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, serta mengajak lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pendanaan beasiswa.
Jika semua langkah tersebut dapat diimplementasikan, Dedi berharap tidak ada lagi siswa berprestasi yang terhalang oleh kondisi ekonomi dalam mengakses pendidikan tinggi. Ia menargetkan kebijakan ini selesai dirumuskan dalam beberapa minggu ke depan, menjelang periode pendaftaran SPMB tahun ajaran berikutnya.