Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Jakarta, 26 Juni 2024 – Pada sore hari Senin, sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jakarta. Mereka menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), peninjauan kembali status tersangka beberapa aktivis, serta percepatan dialog sektoral di bidang migas. Aksi tersebut disambut oleh perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (DASCO) yang hadir untuk berdialog langsung dengan para demonstran.
Perwakilan DASCO, yang tidak disebutkan namanya, menyampaikan apresiasi atas semangat kritis mahasiswa serta menegaskan komitmen kementerian untuk menindaklanjuti tiga poin utama tuntutan. Pertama, kementerian akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kebijakan harga BBM, termasuk mempertimbangkan subsidi yang lebih terfokus pada kelompok rentan. Kedua, status tersangka terhadap aktivis yang terkait dengan aksi-aksi lingkungan akan ditinjau kembali melalui prosedur hukum yang transparan. Ketiga, dialog migas antara pemerintah, produsen, dan konsumen akan dijadwalkan dalam waktu dekat untuk mencari solusi jangka panjang dalam rangka menstabilkan pasokan dan harga energi.
Mahasiswa yang memimpin aksi, Ketua Organisasi Mahasiswa Indonesia (OMI) Jakarta, menanggapi komitmen tersebut dengan harapan konkret. “Kami tidak menuntut sekadar pernyataan, melainkan tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
- Penurunan Harga BBM: Mahasiswa menyoroti beban ekonomi rumah tangga akibat kenaikan harga BBM yang berkelanjutan.
- Status Tersangka: Beberapa aktivis yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus lingkungan mengklaim proses hukum tidak adil.
- Dialog Migas: Diharapkan tercipta forum reguler antara pemerintah, perusahaan migas, dan stakeholder masyarakat untuk kebijakan energi berkelanjutan.
Perwakilan DASCO menambahkan bahwa hasil pertemuan akan dituangkan dalam notulen resmi dan disampaikan kepada pimpinan kementerian untuk tindakan lanjutan. Ia juga menegaskan bahwa proses peninjauan tidak akan memakan waktu lama, mengingat urgensi isu energi bagi stabilitas ekonomi nasional.
Demonstrasi berakhir dengan penyerahan surat tuntutan resmi kepada DPR dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kedua belah pihak sepakat untuk tetap membuka jalur komunikasi, dengan harapan pertemuan selanjutnya dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat luas.