Setapak Langkah – 23 April 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menyalakan kapal penumpang (KMP) Mamberamo Foja sebagai upaya strategis memperkuat jaringan transportasi laut di wilayah Papua, khususnya pada tiga titik penghubung (3TP) utama. Setelah menjalani perawatan menyeluruh, kapal tersebut siap melayani rute reguler antara pelabuhan-pelabuhan kunci yang menjadi pintu gerbang mobilitas barang dan penumpang.
KMP Mamberamo Foja memiliki kapasitas menampung hingga 200 penumpang serta 30 kendaraan ringan per perjalanan. Dengan kecepatan rata-rata 12 knot, kapal ini dapat menempuh jarak antara pelabuhan-pelabuhan utama dalam waktu 3 hingga 5 jam, tergantung kondisi cuaca dan arus laut.
- Rute utama: Pelabuhan Timika – Pelabuhan Merauke – Pelabuhan Sorong.
- Frekuensi layanan: Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat dengan tambahan layanan darurat pada akhir pekan bila permintaan meningkat.
- Manfaat ekonomi: Mempercepat distribusi hasil pertanian, hasil tambang, dan produk UMKM ke pasar domestik serta meningkatkan arus wisatawan domestik.
- Dampak sosial: Mempermudah akses layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.
Pengoperasian kembali KMP Mamberamo Foja diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada transportasi udara yang sering kali mahal dan terbatas kapasitasnya. Selain itu, peningkatan frekuensi kapal turut menurunkan biaya logistik bagi pelaku usaha lokal, sehingga membuka peluang investasi baru di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata.
ASDP juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan penumpang, termasuk renovasi interior, penambahan fasilitas sanitasi, dan pelatihan kru secara berkala. Dengan langkah ini, diharapkan kepuasan pengguna layanan feri di Papua dapat terus meningkat.
Secara keseluruhan, operasionalisasi KMP Mamberamo Foja merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk memperkuat konektivitas antar wilayah di Papua, mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.