Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Tel Aviv – Pemerintahan Israel menyambut baik perjanjian damai terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, yang menandai pengurangan ketegangan di Timur Tengah.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa meski hubungan Amerika‑Israel tetap strategis, Israel harus mempercepat upaya meningkatkan kemandirian militernya. “Kami harus mampu melindungi negara tanpa terlalu bergantung pada persenjataan Amerika,” ujar Netanyahu dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Luar Negeri.
Netanyahu menyebut tiga pilar utama yang menjadi fokus kebijakan pertahanan baru:
- Peningkatan produksi domestik sistem pertahanan udara dan rudal anti‑pesawat.
- Pengembangan teknologi senjata cerdas berbasis AI dan drone buatan dalam negeri.
- Penguatan kerjasama dengan sekutu non‑Amerika, khususnya Eropa dan negara‑negara Asia‑Pasifik.
Kesepakatan damai AS‑Iran dipandang dapat menurunkan risiko konfrontasi militer di wilayah, namun Netanyahu memperingatkan bahwa ketergantungan pada satu sumber persenjataan dapat menjadi kerentanan strategis. Ia mencontohkan pengalaman Israel selama beberapa dekade terakhir, di mana sebagian besar persenjataan utama berasal dari Washington.
Pemerintah Amerika Serikat menyambut positif upaya Israel untuk meningkatkan otonomi militer, dengan menegaskan bahwa bantuan keamanan akan tetap berlanjut selama Israel mematuhi standar demokrasi dan hak asasi manusia.
Para analis militer menilai langkah Netanyahu dapat mempercepat inovasi industri pertahanan domestik, tetapi juga menimbulkan tantangan anggaran. Untuk menutupi biaya, pemerintah Israel diperkirakan akan meningkatkan alokasi anggaran pertahanan sebesar 5‑7 % pada anggaran tahunan berikutnya.
Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa perjanjian damai dengan Amerika Serikat membuka peluang dialog lebih luas dengan negara‑negara tetangga, termasuk Israel. Meski demikian, Tehran tetap menuntut pengakuan atas hak‑haknya di wilayah tersebut.
Dengan dinamika geopolitik yang terus berubah, kebijakan Netanyahu menjadi sinyal bahwa Israel ingin menyeimbangkan hubungan tradisionalnya dengan Amerika Serikat sambil memperkuat kapasitas pertahanan independen untuk menghadapi tantangan masa depan.