Setapak Langkah – 16 Juli 2026 | ANTARA – Pada Senin, 15 Juli 2026, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Efi, terkait dugaan keterlibatan atau kelalaian dalam kasus kematian dokter Icha, seorang tenaga medis yang ditemukan tewas di rumahnya pada akhir pekan lalu.
Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi, yang juga merupakan anggota komisi kesehatan daerah, dipanggil untuk memberikan klarifikasi mengenai hubungannya dengan dokter Icha serta peranannya dalam proyek kesehatan yang sedang berjalan.
Selama pemeriksaan, Efi menyatakan bahwa ia tidak memiliki hubungan pribadi atau profesional yang dapat menimbulkan konflik dengan dokter Icha. Ia menegaskan bahwa semua program kesehatan yang dipimpin oleh DPRD TTU dijalankan secara transparan dan melibatkan banyak pihak, termasuk dokter Icha.
Pengamat politik setempat menilai bahwa pemeriksaan ini dapat menambah tekanan politik di wilayah TTU, mengingat kasus ini menimbulkan keprihatinan publik yang luas.
Berikut rangkaian kejadian utama yang telah terungkap hingga saat ini:
- 15 Juli 2026 – Polda NTT memanggil Kristoforus Efi untuk pemeriksaan.
- 13 Juli 2026 – Dokter Icha ditemukan tewas di rumahnya di Kota Atambua.
- 12 Juli 2026 – Tim forensik mengirimkan laporan awal mengenai penyebab kematian.
- 11 Juli 2026 – Warga menggelar aksi unjuk rasa menuntut kejelasan penyelidikan.
Selain itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa masih dibuka ruang penyelidikan terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum yang mungkin memiliki motif pribadi.
Reaksi masyarakat terhadap pemeriksaan ini beragam. Sebagian mengapresiasi langkah tegas aparat, sementara yang lain menilai proses hukum harus berjalan tanpa intervensi politik.
Penegakan hukum yang transparan diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dan lembaga legislatif daerah.