Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Pada Senin, 13 Juli 2026, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tiba-tiba dikejutkan dengan ledakan bom yang terjadi di halaman sekolah sekitar pukul 08.15 WIB. Ledakan tersebut menimbulkan kepanikan massal di antara siswa, guru, dan orang tua yang hadir.
Petugas kepolisian dan pemadam kebakaran tiba di lokasi dalam hitungan menit. Tim Densus 88 bersama satuan anti-teror mengevakuasi lebih dari 500 siswa dan staf, sementara unit medis memberikan pertolongan pertama kepada beberapa korban luka ringan akibat kepanikan.
Hingga saat ini, belum ada korban jiwa yang dilaporkan, namun sejumlah siswa mengalami luka ringan berupa memar dan luka gores. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak sekolah menyatakan bahwa proses belajar mengajar akan ditunda hingga penyelidikan selesai. Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Bapak Ahmad Rifai, menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan menegaskan komitmen untuk meningkatkan keamanan kampus.
Berikut adalah langkah-langkah yang diambil oleh otoritas setempat pasca insiden:
- Pengamanan perimeter sekolah dengan menambah personel Satpol PP dan TNI.
- Pemeriksaan menyeluruh terhadap semua area sekolah menggunakan alat deteksi bahan peledak.
- Pengumpulan bukti dan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.
- Penyuluhan keamanan kepada siswa, guru, dan orang tua tentang prosedur evakuasi.
- Koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk penjadwalan ulang kegiatan akademik.
Polisi masih menyelidiki motif di balik penempatan bom tersebut. Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab, namun dugaan awal mengarah pada motif politik atau radikalisme.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan meningkatkan anggaran keamanan sekolah sebesar 15 % untuk tahun anggaran berikutnya, termasuk pemasangan kamera pengawas tambahan dan pelatihan rutin bagi petugas keamanan.
Insiden ini menambah daftar kasus terorisme di institusi pendidikan Indonesia, memicu perdebatan publik mengenai perlunya peninjauan kembali kebijakan keamanan di lingkungan sekolah.