Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | Pada hari Selasa (26/06/2024), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengkonfirmasi bahwa seorang anggota Koperasi Nelayan Merah Putih yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) meninggal dunia. Kejadian ini menjadi kasus kedua kalinya dalam rangkaian program Latsarmil yang melibatkan anggota koperasi nelayan tersebut.
Berikut rangkaian kejadian secara singkat:
| Waktu | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 08:00 WIB | Mulai latihan fisik | Peserta melakukan lari pagi dan push‑up |
| 08:45 WIB | Keluhan nyeri dada | Peserta melaporkan rasa tidak nyaman |
| 08:50 WIB | Penanganan medis | Tim medis memberikan pertolongan pertama |
| 09:15 WIB | Konfirmasi kematian | Penyebab dinyatakan serangan jantung |
Koperasi Nelayan Merah Putih, yang berpusat di daerah pesisir Jawa Barat, berpartisipasi dalam program Latsarmil sejak awal tahun 2024. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman pertahanan negara di kalangan warga sipil, khususnya kelompok pekerja sektor perikanan.
Ketua Koperasi, Bapak Ahmad Rizal, menyampaikan rasa duka yang mendalam serta harapan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menambahkan bahwa koperasi akan meningkatkan pemeriksaan kesehatan bagi anggotanya sebelum mengikuti program serupa di masa depan.
Pihak Kementerian Pertahanan menegaskan pentingnya melakukan pemeriksaan medis menyeluruh bagi semua peserta Latsarmil, terutama bagi mereka yang berada dalam rentang usia yang lebih tinggi atau memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. “Keselamatan peserta adalah prioritas utama. Kami akan meninjau kembali prosedur medis yang ada demi mencegah tragedi serupa,” kata Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dalam konferensi pers.
Kasus ini menambah perhatian publik terhadap kebijakan integrasi sipil dalam program militer. Masyarakat diharapkan dapat terus mendukung upaya pertahanan sambil memastikan kesejahteraan dan kesehatan peserta menjadi fokus utama.