Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Menurut laporan media Prancis, pada Senin, 22 Juni 2024, sebanyak 36 kapal pengangkut komoditas berhasil melintasi Selat Hormuz. Angka ini merupakan catatan tertinggi sejak pecahnya konflik regional pada tahun 2023, yang melibatkan ketegangan antara Iran, Israel, dan sekutu‑sekutunya.
Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, menjadi titik strategis bagi transportasi minyak dan gas bumi. Lonjakan lalu lintas kapal ini menunjukkan adanya pergeseran pola perdagangan global setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami penurunan signifikan akibat ancaman serangan militer dan penurunan permintaan energi.
- Jumlah kapal: 36 unit
- Jenis muatan utama: minyak mentah, produk minyak, gas cair, serta biji‑bija komoditas lain seperti batu bara dan biji‑bija pertanian.
- Rute paling umum: Dari pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia (Abu Dhabi, Kuwait) menuju Asia Timur (China, Jepang, Korea Selatan) dan Eropa Barat.
Berikut rangkuman singkat lalu lintas kapal dalam seminggu terakhir yang dilaporkan oleh otoritas maritim internasional:
| Hari | Jumlah Kapal |
|---|---|
| Senin, 22 Juni | 36 |
| Minggu, 21 Juni | 29 |
| Sabtu, 20 Juni | 27 |
| Jumat, 19 Juni | 31 |
| Kamis, 18 Juni | 28 |
Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Pelepasan sanksi ekonomi terhadap Iran yang membuka kembali akses minyaknya ke pasar internasional.
- Peningkatan permintaan energi di Asia, khususnya China dan India, yang mempercepat pengiriman barang melalui jalur laut.
- Keberadaan kapal patroli angkatan laut Prancis dan sekutu NATO yang memberikan rasa aman bagi operator kapal.
Para analis memperkirakan bahwa jika situasi geopolitik tetap stabil, lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat mempertahankan level ini atau bahkan meningkat lebih jauh pada kuartal berikutnya. Namun, mereka juga menekankan risiko potensial, seperti eskalasi militer baru atau penutupan jalur alternatif, yang dapat menurunkan volume perdagangan secara tiba‑tiba.
Secara keseluruhan, peningkatan lalu lintas di Selat Hormuz mencerminkan pemulihan sebagian pasar energi global dan menandakan bahwa pelaku perdagangan kembali menaruh kepercayaan pada keamanan jalur strategis ini.