Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) baru‑baru ini merilis Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang menyoroti peningkatan signifikan dalam sektor pekerjaan hijau. Menurut proyeksi, total lowongan kerja di bidang green jobs akan mencapai 3,88 juta orang pada tahun 2026, menandakan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya.
Faktor pendorong utama pertumbuhan ini meliputi komitmen pemerintah terhadap transisi energi bersih, investasi besar‑besar di bidang energi terbarukan, serta regulasi yang mendorong industri manufaktur ramah lingkungan. Sektor‑sektor yang diperkirakan menyerap tenaga kerja terbanyak meliputi:
| Sektor | Perkiraan Lapangan Kerja (juta orang) |
|---|---|
| Energi Terbarukan (surya, angin) | 1,2 |
| Manufaktur Hijau | 0,9 |
| Transportasi Berkelanjutan | 0,7 |
| Pengelolaan Limbah & Daur Ulang | 0,5 |
| Konstruksi Ramah Lingkungan | 0,48 |
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Kemnaker menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja. Program pelatihan yang direncanakan meliputi sertifikasi energi terbarukan, teknik produksi bersih, serta manajemen proyek hijau. Pemerintah juga berencana memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan perguruan tinggi dalam rangka menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.
Selain itu, kebijakan insentif fiskal seperti pengurangan pajak bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi bersih diperkirakan akan mempercepat penciptaan lapangan kerja. Upaya ini diharapkan tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Dengan proyeksi hampir 4 juta pekerjaan baru di sektor hijau, Outlook 2026 menegaskan bahwa transisi ekonomi rendah karbon dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus solusi bagi tantangan perubahan iklim.