Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) kembali mengaktifkan Desk Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai upaya proaktif menghadapi potensi ancaman iklim El Nino yang diproyeksikan akan memperparah kejadian kebakaran di wilayah Indonesia.
Alasan Reaktivasi
Data meteorologi menunjukkan bahwa pola curah hujan pada musim kemarau akan menurun signifikan akibat fenomena El Nino. Kondisi kering ini meningkatkan risiko kebakaran hutan, terutama di daerah rawan seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat mekanisme koordinasi antar‑lembaga guna mempercepat respon dan mitigasi.
Langkah-Langkah Utama Desk Koordinasi
- Mengintegrasikan data satelit, laporan lapangan, dan prediksi cuaca dalam satu platform digital.
- Menetapkan prosedur tanggap darurat yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Polri, TNI, serta instansi terkait daerah.
- Menyusun jadwal patroli preventif di zona berisiko tinggi, dengan dukungan aparat pemadam kebakaran dan tim pemantau lingkungan.
- Menyiapkan logistik penting seperti alat pemadam, helikopter, dan perlengkapan perlindungan bagi petugas di lapangan.
- Memberikan pelatihan intensif bagi satpam hutan, relawan, dan masyarakat setempat tentang deteksi dini serta prosedur pemadaman.
Target dan Indikator Keberhasilan
| Indikator | Target 2024 |
|---|---|
| Penurunan luas area terbakar | <5.000 hektar pada musim kemarau |
| Respon waktu sejak laporan kebakaran | Kurang dari 30 menit |
| Jumlah tim respons terlatih | ≥ 200 tim di seluruh provinsi |
Dengan struktur koordinasi yang lebih terpusat, diharapkan respons terhadap insiden kebakaran dapat dipercepat, mengurangi kerugian ekonomi, serta melindungi ekosistem yang rentan.
Pemerintah juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pelaporan dini melalui aplikasi resmi serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah percikan api yang dapat memicu kebakaran.