Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Komando Pusat Angkatan Darat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu, 20 Juni 2024, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap dapat dilalui kapal-kapal komersial dan militer meskipun terjadi ketegangan regional.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh jenderal senior dalam sebuah konferensi pers, menanggapi spekulasi bahwa konflik di wilayah Teluk Persia dapat menghambat jalur pelayaran penting ini.
Berikut poin utama yang disampaikan oleh pejabat militer AS:
- Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, tetap terbuka 24 jam sehari, 365 hari setahun.
- Pasukan laut AS siap memberikan perlindungan bagi kapal dagang yang melintasi selat tersebut.
- Jika terjadi ancaman, langkah-langkah keamanan akan diambil secara kooperatif dengan negara‑negara sahabat di kawasan.
Penjagaan keamanan di Selat Hormuz sangat penting karena sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati jalur ini. Penutupan atau gangguan dapat menimbulkan dampak signifikan pada pasar energi global.
Meski demikian, militer AS juga mengingatkan bahwa tindakan provokatif dari pihak manapun dapat meningkatkan risiko konfrontasi. Oleh karena itu, dialog diplomatik tetap menjadi prioritas untuk meredakan ketegangan.
Para analis menilai bahwa pernyataan CENTCOM merupakan upaya menenangkan pasar dan memastikan stabilitas jalur perdagangan, terutama menjelang musim panas ketika permintaan energi meningkat.