Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya menghormati dan melestarikan sungai sebagai bagian integral dari kebanggaan bangsa Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional, ia menekankan bahwa keberlangsungan ekosistem sungai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan sosial‑ekonomi dan kedaulatan negara.
Pernyataan Wakil Menteri
Pentingnya Sungai bagi Negara
Sungai-sungai Indonesia, yang tersebar di lebih dari 17.000 kilometer, menyokong sekitar 60 persen penduduk yang bergantung pada pertanian irigasi. Selain itu, sungai berperan sebagai jalur transportasi murah, mendukung sektor pariwisata ekowisata, dan menjadi sumber air minum bagi jutaan orang. Kerusakan pada jaringan sungai dapat memicu banjir, tanah longsor, dan penurunan produksi pangan, yang pada gilirannya mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Langkah Pemerintah
- Penguatan regulasi: Revisi Undang‑Undang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk menambah sanksi bagi pelanggar.
- Peningkatan pengawasan: Penambahan pos pengawasan di hulu sungai dan pemanfaatan teknologi pemantauan satelit.
- Kolaborasi lintas sektor: Sinergi antara Kementerian ATR/BPN, Kementerian Lingkungan Hidup, serta lembaga swadaya masyarakat dalam program restorasi ekosistem sungai.
- Edukasi publik: Kampanye nasional tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai melalui media sosial, sekolah, dan komunitas.
Ossy Dermawan menambahkan bahwa keberhasilan upaya pelestarian sungai tidak dapat dicapai tanpa partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan sungai sebagai aset strategis yang harus dilindungi demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.