Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Polisi mengungkap bahwa jaringan narkoba yang dipimpin oleh Fredy Pratama telah beroperasi sejak 2009 dengan basis utama di Thailand. Melalui jalur masuk di Malaysia, sindikat ini berhasil menyalurkan berbagai jenis narkotika ke wilayah Indonesia, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu penyedia utama di pasar gelap tanah air.
Investigasi mengidentifikasi beberapa tahapan utama dalam operasional jaringan tersebut:
- Pembentukan basis operasional: Pada awal 2000-an, jaringan mengukuhkan markas tidak resmi di wilayah perbatasan Thailand, memanfaatkan kedekatan geografis dan kurangnya pengawasan lintas batas.
- Penggunaan jalur Malaysia: Narkotika dipindahkan ke pelabuhan-pelabuhan kecil di Malaysia selatan, kemudian disusupkan ke kapal kargo atau kendaraan darat yang melintasi perbatasan ke Indonesia.
- Distribusi dalam negeri: Setelah berhasil menembus perbatasan, barang masuk didistribusikan melalui jaringan distributor lokal yang tersebar di beberapa provinsi, terutama di wilayah pelabuhan utama.
- Pencucian hasil: Keuntungan dari penjualan narkoba disamarkan melalui usaha legal, termasuk perdagangan elektronik dan properti, untuk menghindari deteksi aparat.
Penangkapan anggota kunci jaringan ini terjadi setelah operasi gabungan antara Polda Daerah, Direktorat Narkotika, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi paket-paket narkotika jenis metamfetamin, sabu, dan narkotika sintetis lainnya, serta sejumlah uang tunai dalam jumlah signifikan.
Kasus ini menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam memerangi peredaran narkotika, khususnya antara otoritas Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Upaya bersama diharapkan dapat menutup celah-celah lintas batas yang selama ini dimanfaatkan oleh kelompok kriminal untuk memperluas jangkauan pasar mereka.