Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Gerbang Pancasila Gedung DPR pada Senin pagi, menuntut kebijakan pemerintah yang mereka anggap tidak adil. Awal demonstrasi berlangsung damai, namun ketegangan meningkat ketika sebagian kelompok memutuskan menyalakan ban sebagai bentuk protes.
Insiden bakar ban segera memicu keributan lebih lanjut. Beberapa demonstran melemparkan barang-barang ke arah petugas keamanan, sementara pihak kepolisian menanggapi dengan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api dan mengendalikan situasi.
- 06.15 WIB: Mahasiswa berkumpul di Gerbang Pancasila, memulai unjuk rasa dengan spanduk dan yel-yel.
- 06.30 WIB: Kelompok kecil menyalakan ban, menghasilkan asap tebal.
- 06.35 WIB: Aksi meledak menjadi lemparan barang ke petugas, menimbulkan kerusakan ringan.
- 06.40 WIB: Polisi mengaktifkan APAR, berhasil memadamkan api dalam beberapa menit.
- 07.00 WIB: Demonstrasi dibubarkan, namun sejumlah peserta tetap menolak meninggalkan lokasi.
Polisi melaporkan tidak ada korban jiwa, namun terdapat beberapa luka ringan akibat benturan. Pihak keamanan menegaskan bahwa langkah tegas diambil untuk mencegah penyebaran api dan melindungi fasilitas publik.
Insiden ini menambah daftar panjang aksi mahasiswa yang menyoroti isu-isu kebijakan publik, menuntut transparansi, serta menekankan pentingnya dialog antara pemerintah dan pemuda. Pengamat politik memperkirakan bahwa kejadian serupa dapat memicu peninjauan kembali protokol keamanan pada area-area strategis seperti gerbang DPR.