Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Di tengah deburan ombak Selat Makassar, pemerintah daerah Kabupaten Bone menyiapkan proyek ambisius berupa jembatan yang menghubungkan 13 pulau di Kecamatan Sangkarrang. Jembatan tersebut diberi nama “Pete-pete Laut” dan diharapkan menjadi sarana transportasi utama yang memperlancar mobilitas penduduk serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Proyek ini dimulai setelah serangkaian kajian teknis menunjukkan bahwa pembangunan jembatan lebih efisien dibandingkan dengan layanan feri yang selama ini menjadi satu-satunya pilihan. Panjang total jembatan diproyeksikan mencapai sekitar 3,2 kilometer, dengan desain rangka baja tahan korosi yang cocok untuk kondisi laut yang keras.
Berikut rangkaian tahapan utama pembangunan:
- Studi kelayakan: selesai pada akhir 2022, mencakup analisis geologi, lingkungan, dan sosial.
- Perencanaan desain: dilakukan oleh konsultan teknik dari Surabaya, meliputi struktur utama, jalan masuk, serta fasilitas pendukung.
- Pengadaan kontraktor: proses lelang publik dijadwalkan pada kuartal pertama 2024.
- Konstruksi: diperkirakan memakan waktu 24 bulan, dengan tahapan pembuatan tiang pancang, pemasangan rangka, dan penataan jalan.
- Operasional dan pemeliharaan: akan dikelola oleh Dinas Perhubungan setempat setelah selesai.
Manfaat yang diantisipasi antara lain:
- Meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi warga pulau.
- Mempercepat distribusi hasil pertanian, terutama hasil laut dan komoditas pertanian.
- Mengurangi biaya transportasi yang selama ini tinggi karena ketergantungan pada kapal feri.
- Menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara, mengingat keindahan alam Selat Makassar.
Warga setempat menyambut baik rencana tersebut. Seorang tokoh masyarakat menyatakan, “Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol harapan bagi generasi muda kami untuk dapat mengakses peluang yang lebih luas tanpa harus menunggu kapal berlayar.”
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan menjaga kelestarian lingkungan laut. Selama fase konstruksi, akan dilakukan monitoring kualitas air dan upaya mitigasi dampak negatif terhadap ekosistem terumbu karang.
Jika berhasil, Pete-pete Laut akan menjadi jembatan terpanjang di wilayah Sulawesi Selatan yang menghubungkan pulau-pulau kecil, sekaligus membuka pintu bagi pengembangan pariwisata berbasis bahari dan ekonomi kreatif di kawasan Sangkarrang.