Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menilai bahwa pemerintah telah mengambil langkah tepat dalam mengintegrasikan anak-anak serta penyandang disabilitas ke dalam dunia seni.
Berikut poin‑poin utama yang disorot oleh Wamendukbangga:
- Penyediaan fasilitas ramah disabilitas di pusat seni dan budaya.
- Pembiayaan beasiswa bagi anak-anak berbakat dari keluarga kurang mampu.
- Pelatihan bagi seniman profesional untuk menjadi mentor inklusif.
- Pengembangan kurikulum seni yang adaptif untuk kebutuhan khusus.
Wamendukbangga menambahkan bahwa data awal menunjukkan peningkatan partisipasi sebesar 35 % dibandingkan program serupa tahun lalu. Tabel di bawah merangkum jumlah peserta yang terdaftar per kategori.
| Kategori | Jumlah Peserta |
|---|---|
| Anak usia 6-12 tahun | 1.200 |
| Remaja usia 13-18 tahun | 850 |
| Penyandang Disabilitas | 430 |
| Seniman Mentor | 75 |
Ia menegaskan bahwa inklusi seni bukan sekadar agenda kebudayaan, melainkan bagian integral dari strategi pembangunan sosial nasional. Pemerintah berkomitmen untuk menambah alokasi anggaran sebesar 20 % pada fase berikutnya, guna memperluas jangkauan program ke wilayah pedesaan.
Dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan kreativitas, diharapkan generasi muda dan penyandang disabilitas dapat berkontribusi lebih aktif dalam memperkaya khazanah seni Indonesia.