Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, pada Rabu (2 April 2024) menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dalam memerangi peredaran narkotika. Dalam sebuah rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan kepolisian, dinas sosial, serta lembaga terkait lainnya, Nasution mengajak BNNP untuk meningkatkan intensitas operasi gabungan serta memperluas jaringan pencegahan di seluruh kabupaten dan kota.
- Penguatan Intelijen: Membentuk tim intelijen bersama yang dapat mengakses basis data lintas sektoral untuk mendeteksi jaringan distribusi narkoba.
- Operasi Gabungan: Menyelenggarakan operasi penyelidikan dan penangkapan secara periodik di wilayah rawan, termasuk wilayah perbatasan dan jalur transportasi utama.
- Pendidikan dan Penyuluhan: Mengintegrasikan program pencegahan narkoba ke kurikulum sekolah menengah serta mengadakan kampanye anti‑narkoba di media sosial dan ruang publik.
- Rehabilitasi dan Reintegration: Memperluas kapasitas pusat rehabilitasi serta memberikan pelatihan kerja bagi mantan pengguna narkoba.
Nasution menekankan bahwa kolaborasi tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, melainkan harus mencakup upaya preventif dan pemulihan. Ia mengajak BNNP untuk menyusun rencana aksi jangka pendek dan menengah yang terukur, serta melaporkan hasil evaluasi secara berkala kepada Gubernur.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNNP Sumut, Dr. Samsul Hidayat, menyatakan komitmen penuh provinsi untuk memperkuat jaringan kerja sama dengan instansi terkait. Ia menambahkan bahwa BNNP akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan khusus serta memperluas cakupan operasi di daerah pedesaan.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi pemuda, dan pelaku usaha, untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba. “Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi muda dari jerat narkoba,” ujar Nasution.