Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan kembali komitmen provinsi dalam memerangi peredaran narkoba dengan mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut untuk meningkatkan kolaborasi melalui intervensi terpusat. Pada sebuah pertemuan yang dihadiri perwakilan Pemprov Sumut, BNNP, serta aparat keamanan setempat, Bobby menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menekan titik rawan penyalahgunaan dan perdagangan narkoba di wilayah ini.
- Peningkatan Intelijen: Memperkuat jaringan informasi antara BNNP, kepolisian, dan lembaga keamanan lainnya untuk mengidentifikasi jaringan distribusi narkoba secara cepat.
- Operasi Gabungan: Melakukan razia terpadu di daerah rawan, termasuk wilayah perbatasan, pelabuhan, dan kawasan industri yang menjadi jalur masuk narkoba.
- Rehabilitasi Terpadu: Menyediakan fasilitas rehabilitasi berbasis komunitas dengan dukungan tenaga medis, psikolog, dan program pelatihan kerja bagi mantan pecandu.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan aktivitas mencurigakan. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, pemuka masyarakat, hingga pelaku usaha, untuk menjadi mitra aktif dalam upaya pemberantasan narkoba.
Langkah-langkah konkret yang akan diambil meliputi pembentukan satuan tugas khusus yang beranggotakan perwakilan BNNP, Polri, TNI, serta dinas terkait di tingkat kabupaten/kota. Satuan tugas ini akan menyusun peta zona rawan, menetapkan target penurunan kasus, serta mengawasi pelaksanaan program rehabilitasi.
Pemprov Sumut menyatakan kesiapan alokasi anggaran tambahan untuk mendukung operasional BNNP dan program rehabilitasi selama tiga tahun ke depan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan intervensi terpusat dapat menurunkan angka penyalahgunaan narkoba dan memperkuat keamanan sosial di Sumatera Utara.