Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris pada beberapa hari terakhir. Selama tiga hari di Prancis, ia bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron serta sejumlah pejabat tinggi untuk memperkuat hubungan bilateral.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa rangkaian kunjungan tersebut menghasilkan empat kesepakatan baru antara Indonesia dan Prancis.
Berikut rangkaian kesepakatan:
- Kerjasama pertahanan: Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan industri pertahanan, termasuk transfer teknologi dan pelatihan personel.
- Perdagangan dan investasi: Kesepakatan memperluas akses pasar produk agrikultur Indonesia ke Uni Eropa melalui jalur distribusi Prancis, serta komitmen investasi Prancis di sektor energi terbarukan Indonesia.
- Teknologi digital: Kolaborasi dalam bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, dan pengembangan startup, dengan pembentukan pusat inovasi bersama di Jakarta.
- Pariwisata dan budaya: Program promosi wisata bersama, pertukaran budaya, serta dukungan untuk peningkatan kunjungan wisatawan antara kedua negara.
Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan arus perdagangan, dan membuka peluang kerja bagi warga Indonesia. Pemerintah menilai bahwa kerja sama ini selaras dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan strategi diversifikasi mitra dagang.
Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa implementasi kesepakatan akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan melalui tim kerja gabungan. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini menandai titik balik penting dalam hubungan Indonesia‑Prancis, khususnya di era pasca‑pandemi.