Setapak Langkah – 28 April 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pada Senin (27/4) bahwa pemerintah akan melaksanakan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara kereta listrik komuter (KRL) dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek.
Kecelakaan tersebut menimbulkan kerugian material serta kepanikan penumpang di kedua layanan. KRL yang dioperasikan oleh KAI Commuter dan Argo Bromo Anggrek yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia berbagi jalur di area stasiun, sehingga koordinasi sinyal menjadi faktor krusial.
Berikut langkah-langkah utama yang akan diambil dalam penyelidikan:
- Pembentukan tim khusus yang terdiri dari ahli keselamatan transportasi, teknisi perkeretaapian, dan perwakilan Kementerian Perhubungan.
- Pengumpulan bukti berupa rekaman CCTV, data sinyal, serta keterangan saksi mata.
- Analisis teknis terhadap kondisi jalur, sinyal, dan sistem pengereman pada kedua kereta.
- Audit prosedur operasional di stasiun dan pusat kontrol untuk mengidentifikasi potensi kelalaian.
- Penyusunan laporan akhir beserta rekomendasi perbaikan infrastruktur dan prosedur operasional.
Tim investigasi juga akan menyusun kronologi singkat kejadian, yang dapat dilihat pada tabel berikut:
| Waktu | Kejadian |
|---|---|
| 06:45 WIB | KRL tiba di Stasiun Bekasi Timur |
| 06:47 WIB | Argo Bromo Anggrek masuk jalur yang sama |
| 06:48 WIB | Terjadi tabrakan antara KRL dan Argo Bromo Anggrek |
| 06:55 WIB | Tim darurat tiba dan melakukan evakuasi penumpang |
Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan peningkatan keselamatan di jaringan kereta api nasional, termasuk perbaikan sistem sinyal dan penegakan disiplin operasional bagi semua operator.