Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan secara cepat untuk mengantisipasi peningkatan debit air yang dapat memperparah dampak banjir.
Beberapa langkah strategis yang disampaikan antara lain:
- Penguatan sistem pemantauan dini menggunakan citra satelit dan sensor suhu di wilayah rawan kebakaran.
- Peningkatan kapasitas tim pemadam kebakaran, termasuk penambahan helikopter dan alat pemadam berbasis air.
- Penerapan firebreak (jalur pemadam) pada area hutan yang berdekatan dengan sungai utama.
- Koordinasi intensif antara Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Badan Kehutanan.
- Pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Dalam sebuah tabel, peran masing‑masing lembaga dapat dilihat sebagai berikut:
| Lembaga | Peran |
|---|---|
| Kementerian Lingkungan Hidup | Pengawasan kualitas udara dan air pasca‑kebakaran |
| Badang Penanggulangan Bencana Daerah | Koordinasi evakuasi dan penyaluran bantuan |
| Badang Kehutanan | Pengelolaan zona firebreak dan rehabilitasi lahan |
| Polisi dan TNI | Pengamanan area dan logistik transportasi |
Hanif Faisol menambahkan bahwa respons cepat tidak hanya mengurangi kerusakan hutan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kestabilan aliran sungai, mencegah meluapnya debit air pada musim hujan berikutnya. Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan sinergi, memperkuat regulasi, dan mempercepat alokasi anggaran guna menanggulangi karhutla secara efektif.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kejadian kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dapat diminimalisir, sekaligus melindungi sumber daya air yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat setempat.