Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Bank Indonesia (BI) menekankan peran strategis perempuan sebagai penggerak utama dalam memperkuat ekonomi kelompok usaha subsisten di seluruh Indonesia. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi rumah tangga, BI meluncurkan serangkaian program yang menargetkan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi di sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BI merancang kebijakan dan fasilitas berikut:
- Pembiayaan Mikro Berbasis Gender: Produk kredit dengan suku bunga khusus dan tenor fleksibel bagi perempuan yang memiliki usaha subsisten.
- Pembinaan Kewirausahaan: Pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, dan pengembangan produk yang disesuaikan dengan karakteristik usaha perempuan.
- Penguatan Lembaga Keuangan Lokal: Kolaborasi dengan koperasi dan bank daerah untuk memperluas jaringan penyaluran dana ke wilayah pedesaan.
- Pendampingan Teknis: Tim ahli BI memberikan konsultasi langsung ke kelompok usaha, termasuk penyusunan rencana bisnis dan evaluasi risiko.
Program ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga perempuan sebesar 15–20% dalam dua tahun pertama, serta menurunkan tingkat kemiskinan di daerah pedesaan. BI juga menargetkan tercapainya pertumbuhan inklusif yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Selain itu, BI berkomitmen untuk memperkuat data gender dalam sistem keuangan nasional, sehingga kebijakan ke depan dapat didasarkan pada bukti yang akurat. Dengan menempatkan perempuan sebagai kunci penggerak, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan, resilien, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.