Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan harapannya agar jamaah calon haji yang berusia lanjut dapat memusatkan perhatian pada ibadah inti selama pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, fokus pada ritual utama seperti ihram, wukuf di Arafah, dan melontar jumrah akan membantu mengurangi beban fisik sekaligus menjaga kesehatan para jamaah senior.
Dalam sambutannya, Wamenhaj menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental sebelum berangkat. Ia mengingatkan bahwa usia lanjut seringkali dihadapkan pada tantangan kesehatan, sehingga menjalani ibadah dengan langkah yang terukur sangat krusial. “Kami mengajak para jamaah senior untuk tidak terburu‑buru menambah aktivitas yang tidak esensial, melainkan memprioritaskan ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat,” ujarnya.
Berikut beberapa poin utama yang disarankan untuk diprioritaskan oleh jamaah lansia:
- Ihram – Menjaga niat dan tata cara bersih secara spiritual serta fisik.
- Wukuf di Arafah – Fokus pada doa dan dzikir, hindari kelelahan berlebihan.
- Menyembelih kurban – Ikuti prosedur yang telah disederhanakan untuk meminimalkan stres.
- Lontar jumrah – Lakukan dengan bantuan petugas bila diperlukan.
Selain itu, Wamenhaj menambahkan bahwa pemerintah terus meningkatkan fasilitas medis di Tanah Suci, termasuk layanan darurat yang siap sedia bagi jamaah dengan kondisi khusus. Ia juga mengimbau para agen perjalanan untuk memberikan panduan khusus bagi jamaah senior, meliputi jadwal yang tidak terlalu padat dan penyediaan transportasi yang nyaman.
Dengan menitikberatkan pada ibadah inti, diharapkan para jamaah senior dapat menunaikan haji dengan aman, khusyuk, serta memperoleh manfaat spiritual maksimal tanpa mengorbankan kesehatan mereka.