Setapak Langkah – 13 April 2026 | Wakil Gubernur Bali I, Nyoman Giri Prasta, menilai bahwa Festival Ketog Semprong yang diadakan oleh komunitas Muslim di Candikuning selaras dengan visi pembangunan Bali yang menekankan keberagaman budaya dan toleransi antarumat beragama. Acara tersebut, yang menampilkan tradisi lebaran ketupat khas daerah, menjadi simbol persatuan antara tradisi Hindu Bali dan budaya Muslim.
Beberapa poin penting yang disorot oleh Wagub antara lain:
- Penguatan identitas budaya lokal melalui kolaborasi lintas agama.
- Pengembangan destinasi wisata religi yang ramah keluarga.
- Peningkatan partisipasi ekonomi UMKM melalui penjualan ketupat dan produk tradisional.
- Penekanan pada nilai-nilai kebersamaan yang sejalan dengan visi Bali “Bali Lestari”.
Acara Ketog Semprong di Candikuning melibatkan ratusan relawan, pedagang, serta tokoh agama yang bersama‑sama menyajikan berbagai varian ketupat, mulai dari yang tradisional hingga inovatif dengan bahan lokal. Selain itu, terdapat pameran kerajinan tangan dan musik tradisional yang menambah daya tarik wisatawan.
Wagub menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas umum, keamanan, serta promosi yang terintegrasi agar festival ini dapat menjadi magnet wisata yang berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama pelaksanaan acara.
Dengan menekankan sinergi antara budaya Hindu dan Muslim, Ketog Semprong diharapkan dapat menjadi contoh konkrit implementasi visi Bali yang inklusif, sekaligus meningkatkan citra provinsi sebagai destinasi wisata religi yang aman, damai, dan kaya akan tradisi.