Setapak Langkah – 16 April 2026 | Universitas Indonesia (UI) mengadakan pertemuan koordinasi dengan Menteri Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (PPPA) untuk membahas penanganan kasus kekerasan seksual yang baru-baru ini muncul di lingkungan kampus. Pertemuan ini dipimpin oleh Rektor UI bersama jajaran senior universitas dan dihadiri oleh Menteri PPPA beserta tim kebijakan.
Pertemuan bertujuan menyampaikan perkembangan penanganan secara langsung, termasuk kronologi awal, langkah‑langkah yang telah dilakukan, serta rencana tindak lanjut proses investigasi.
Garis Besar Kronologi
- Awal Mei 2024: Laporan pertama tentang dugaan kekerasan seksual diterima oleh Unit Layanan Pengaduan Mahasiswa (ULPM).
- 15 Mei 2024: Tim investigasi internal dibentuk, terdiri dari dosen, tenaga kepolisian kampus, dan konsultan hukum.
- 30 Mei 2024: Hasil temuan awal diserahkan ke Dewan Etika Universitas.
- 7 Juni 2024: Pertemuan koordinasi dengan Menteri PPPA diadakan untuk meninjau progres.
Selama pertemuan, Menteri PPPA menekankan pentingnya transparansi dan perlindungan korban. Ia menyampaikan beberapa kebijakan yang dapat diadaptasi di tingkat nasional, antara lain:
- Pembentukan unit khusus penanganan kekerasan seksual di setiap institusi pendidikan tinggi.
- Peningkatan pelatihan bagi petugas keamanan kampus dan tenaga pengajar mengenai pencegahan dan penanganan kasus.
- Penyediaan layanan konseling dan perlindungan hukum gratis bagi korban.
UI telah mengambil beberapa langkah konkret, antara lain:
| Langkah | Status |
|---|---|
| Pembentukan Tim Investigasi Independen | Selesai |
| Penyuluhan dan Workshop Pencegahan | Berlangsung |
| Penguatan Sistem Laporan Online | Implementasi |
Rencana tindak lanjut meliputi penyelesaian proses investigasi dengan melibatkan pihak kepolisian, penyusunan rekomendasi kebijakan untuk perbaikan regulasi kampus, serta publikasi laporan akhir kepada publik pada akhir kuartal ini.
Koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan seksual.