Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kapasitas produksi rudal Iran telah berkurang drastis, dengan sisa persediaan yang diklaim hanya 21 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada tanggal …
Beberapa poin utama yang disorot oleh pihak Gedung Putih meliputi:
- Penghancuran tiga pabrik utama pembuatan roket balistik.
- Pemusnahan lebih dari 70% persediaan bahan baku kritis.
- Intersepsi dan penghancuran sistem transportasi rudal yang sedang dalam perjalanan.
Para analis militer menilai bahwa klaim tersebut sulit untuk diverifikasi secara independen, mengingat tidak ada akses pihak ketiga ke area konflik. Namun, data intelijen terbuka mengindikasikan bahwa Iran memang mengalami tekanan signifikan pada rantai pasokan senjata.
Reaksi pemerintah Iran menolak semua tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa kemampuan pertahanan negara tetap utuh. Dalam sebuah pernyataan resmi, pejabat militer Iran menyebut bahwa persediaan rudal negara masih berada pada level yang memadai untuk melindungi kedaulatan nasional.
Komunitas internasional membagi pendapat. Sebagian negara sekutu Amerika menanggapi pernyataan Trump dengan hati-hati, sementara negara-negara lain menyerukan dialog diplomatik untuk meredakan ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Jika klaim Trump terbukti akurat, implikasinya dapat memengaruhi dinamika geopolitik di kawasan, khususnya dalam perhitungan strategi militer Iran serta respons kebijakan luar negeri Amerika Serikat.