Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Jakarta, 18 Mei 2026 – Pada hari Kamis (17/05/2026), tiga terdakwa yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang bank berinisial MIP (37 tahun) mengajukan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kasus ini pertama kali muncul pada bulan Januari 2026 setelah MIP dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan tewas di sebuah daerah di Jakarta Timur. Penyelidikan mengarah pada tiga orang pria yang diduga terlibat dalam aksi penculikan tersebut, yang kemudian diketahui memiliki motif finansial terkait dengan konflik internal di bank.
- Nama terdakwa 1: Ahmad Fauzi (32 tahun), mantan pegawai administrasi bank.
- Nama terdakwa 2: Budi Santoso (28 tahun), mantan karyawan keamanan bank.
- Nama terdakwa 3: Candra Pratama (30 tahun), mantan nasabah yang pernah mengajukan kredit macet.
Dalam pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum masing-masing, terdakwa mengaku bersalah atas tuduhan penculikan, namun menolak tuduhan pembunuhan berencana. Mereka mengklaim bahwa kematian MIP terjadi secara tidak sengaja saat terjadi perkelahian di dalam mobil yang mereka gunakan untuk mengantarkan korban ke lokasi yang telah ditentukan.
Jaksa menilai pledoi tersebut tidak dapat diterima karena bukti forensik menunjukkan adanya luka tusuk pada tubuh korban yang konsisten dengan penggunaan senjata tajam, serta rekaman CCTV yang memperlihatkan para terdakwa berinteraksi dengan korban sebelum pemukulan.
Hakim memutuskan untuk menolak permohonan pembebasan bersyarat dan menjadwalkan sidang lanjutan pada tanggal 5 Juni 2026 untuk mendengarkan argumentasi akhir dari kedua belah pihak.
Kasus ini menambah sorotan publik terhadap keamanan dan tata kelola internal di institusi keuangan, mengingat peran penting kepala cabang dalam mengelola transaksi dan hubungan nasabah. Pihak kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyatakan komitmen untuk memperketat prosedur keamanan serta meninjau kembali kebijakan internal yang dapat mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan.