Setapak Langkah – 29 April 2026 | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengumumkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk tiga kabupaten menjelang musim kemarau yang diperkirakan akan dimulai pada bulan April. Keputusan ini diambil setelah analisis kondisi kelembapan tanah, curah hujan, serta peningkatan aktivitas pembakaran lahan pada tahun-tahun sebelumnya.
Ketiga kabupaten yang masuk dalam zona siaga tersebut adalah:
- Kabupaten Musi Rawas
- Kabupaten Ogan Ilir
- Kabupaten Lahat
Pihak berwenang setempat, dipimpin oleh Bupati masing‑masing, telah menyusun serangkaian langkah preventif, antara lain:
- Peningkatan patroli satelit dan drone untuk deteksi dini kebakaran.
- Penyuluhan intensif kepada petani dan pekebun tentang bahaya pembakaran terbuka.
- Penyediaan alat pemadam kebakaran seperti water tanker dan pemadam portable di posko-posko strategis.
- Pembentukan tim cepat respon yang siap dikerahkan dalam 24 jam setelah laporan kebakaran.
Selain upaya teknis, pemerintah provinsi juga mengalokasikan dana khusus sebesar Rp 15 miliar untuk mendukung program mitigasi karhutla di daerah‑daerah rawan. Dana tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi lahan, penanaman kembali vegetasi, serta pelatihan bagi aparat keamanan lingkungan.
Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa tanpa koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, risiko kebakaran dapat meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, partisipasi aktif warga dalam melaporkan indikasi asap atau percikan api sangat diharapkan.
Dengan status siaga yang sudah ditetapkan, diharapkan ketiga kabupaten dapat menurunkan angka kebakaran secara signifikan dan melindungi ekosistem hutan serta lahan pertanian dari kerusakan yang lebih luas.