Setapak Langkah – 18 April 2026 | Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa tekanan fiskal di banyak negara terus meningkat, memicu proyeksi lonjakan utang publik global hingga mendekati 100 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Peningkatan beban utang ini menimbulkan risiko besar bagi stabilitas keuangan internasional dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Berikut perkiraan rasio utang publik terhadap PDB global dalam beberapa tahun ke depan:
| Tahun | Rasio Utang Publik terhadap PDB |
|---|---|
| 2023 | ≈85 % |
| 2024 (proyeksi) | ≈90 % |
| 2025 (proyeksi) | ≈95 % |
| 2026 (proyeksi) | ≈100 % |
IMF menekankan bahwa tanpa langkah penyesuaian fiskal yang tepat, risiko kegagalan pembayaran dan krisis keuangan dapat menyebar ke negara‑negara berkembang maupun maju. Opsi kebijakan yang disarankan meliputi:
- Penguatan reformasi pajak untuk meningkatkan basis pendapatan negara.
- Peningkatan efisiensi belanja publik dengan memprioritaskan proyek berdaya saing tinggi.
- Restrukturisasi utang yang lebih transparan bagi negara‑negara yang berada pada ambang krisis.
Para pembuat kebijakan diharapkan dapat menyeimbangkan antara kebutuhan stimulus ekonomi dan keberlanjutan fiskal, guna menghindari terjadinya “ledakan” utang yang dapat mengganggu pertumbuhan global.