Setapak Langkah – 18 April 2026 | Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa percepatan proses restorasi candi merupakan prioritas dalam upaya melestarikan warisan budaya Indonesia. Dalam pernyataan terbaru, Menbud menyoroti urgensi perbaikan struktur, pengamanan artefak, dan pemulihan nilai estetika bangunan bersejarah yang telah mengalami degradasi akibat usia, cuaca, dan aktivitas manusia.
Restorasi candi tidak hanya berkontribusi pada pelestarian sejarah, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya tarik pariwisata budaya. Menurut Menbud, candi-candi yang telah dipugar dapat menjadi magnet wisatawan domestik maupun internasional, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi daerah sekitar.
Berikut beberapa langkah strategis yang diusulkan oleh Kementerian Kebudayaan untuk mempercepat proses restorasi:
- Pengalokasian anggaran khusus: Menyisihkan dana yang cukup dalam APBN dan mengoptimalkan dana hibah dari lembaga internasional.
- Kolaborasi lintas sektoral: Menggandeng perguruan tinggi, lembaga konservasi, serta pelaku industri konstruksi yang memiliki keahlian dalam teknik restorasi tradisional.
- Inventarisasi menyeluruh: Melakukan survei detail terhadap kondisi struktural setiap candi, termasuk identifikasi material asli yang perlu dipertahankan.
- Peningkatan kapasitas SDM: Menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga ahli, arsitek, dan pengrajin lokal dalam teknik konservasi modern dan tradisional.
- Pemantauan berkelanjutan: Membentuk tim monitoring yang bertugas mengawasi progres proyek dan memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.
Fadli Zon juga menekankan pentingnya melibatkan komunitas setempat dalam setiap fase restorasi. Partisipasi masyarakat tidak hanya meningkatkan rasa memiliki, tetapi juga memastikan keberlanjutan pelestarian setelah proyek selesai.
Dengan percepatan restorasi, diharapkan candi-candi di Indonesia dapat kembali menampilkan keindahan aslinya, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian kreatif dan sektor pariwisata budaya.