Setapak Langkah – 17 April 2026 | Tambang emas Martabe yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diproyeksikan akan kembali beroperasi pada pertengahan Mei 2026 setelah melalui serangkaian persiapan teknis dan perizinan. Operasi kembali ini diharapkan meningkatkan output produksi menjadi 600.000 ounce per tahun, melampaui kapasitas sebelumnya.
Berikut rangkaian langkah penting yang telah dan akan dilaksanakan menjelang restart operasi:
- 2024: Penyelesaian audit lingkungan dan perizinan tambahan.
- 2025: Renovasi infrastruktur tambang, termasuk pembaruan peralatan penambangan dan peningkatan fasilitas keselamatan kerja.
- Awal 2026: Pelatihan ulang tenaga kerja serta uji coba produksi skala pilot.
- Mei 2026: Resumption full‑scale mining dan pengiriman emas ke pasar internasional.
Target produksi 600.000 ounce setara dengan sekitar 18,6 ton emas per tahun. Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut estimasi output bulanan yang direncanakan:
| Bulan | Produksi (ounce) |
|---|---|
| Januari | 50.000 |
| Februari | 48.000 |
| Maret | 52.000 |
| April | 49.000 |
| Mei | 55.000 |
| … | … |
Restart operasi tambang Martabe diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Diperkirakan penciptaan lapangan kerja langsung mencapai 1.200 orang, dengan tambahan ribuan pekerjaan tidak langsung di sektor jasa, transportasi, dan logistik. Pendapatan pajak daerah dan kontribusi pada PDB nasional juga diharapkan meningkat signifikan.
Selain aspek ekonomi, PT Martabe berkomitmen untuk menerapkan standar lingkungan yang lebih ketat, termasuk program penanaman kembali lahan tambang dan pemantauan kualitas air secara berkelanjutan.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, para pemangku kepentingan menantikan pelaksanaan operasional penuh pada Mei 2026, yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen emas utama di Asia Tenggara.