Setapak Langkah – 28 April 2026 | Bekasi Timur menjadi sorotan pada hari Rabu kemarin ketika sebuah taksi listrik berwarna hijau buatan Vietnam, model Xanh SM, menabrak sebuah kereta komuter KRL pada jalur perlintasan sebidang. Dampak tabrakan menyebabkan gangguan layanan kereta selama beberapa jam dan menimbulkan luka ringan pada pengemudi taksi serta beberapa penumpang kereta.
Insiden ini menambah deretan kecelakaan yang melibatkan taksi hijau serupa dalam beberapa bulan terakhir. Menurut data yang dihimpun dari laporan kepolisian dan otoritas transportasi, berikut rangkaian kejadian yang tercatat:
- Juli 2023: Taksi hijau Xanh SM menabrak sepeda motor di Jalan Raya Bogor, menyebabkan kecelakaan ringan.
- September 2023: Sebuah taksi hijau serupa melanggar lampu merah dan menabrak mobil pribadi di daerah Cibitung.
- Desember 2023: Taksi hijau Xanh SM terperosok di perlintasan sebidang di Depok, hampir menabrak kereta KRL namun berhasil menghindar.
- Maret 2024: Taksi hijau tersebut mengalami kegagalan rem di Jalan Tol Jakarta‑Cikampek, harus dihentikan di bahu jalan.
- April 2024 (kejadian terbaru): Taksi hijau Xanh SM tertemper KRL di perlintasan sebidang Bekasi Timur, menimbulkan gangguan layanan kereta dan luka ringan.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa faktor utama kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman dan kurangnya kewaspadaan pengemudi pada perlintasan tanpa sinyal otomatis. Otoritas transportasi daerah telah menginstruksikan peninjauan menyeluruh terhadap semua unit taksi listrik yang beroperasi di wilayah Jabodetabek, termasuk audit teknis serta pelatihan ulang bagi para pengemudi.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur dan regulasi bagi kendaraan listrik komersial di Indonesia. Pemerintah kota Bekasi bersama Dinas Perhubungan berencana meningkatkan fasilitas perlintasan sebidang, seperti pemasangan sinyal peringatan visual dan audio, serta memperketat standar keselamatan bagi kendaraan listrik yang melintas.