Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Teheran – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pada Rabu bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat yang terletak di perairan Teluk Persia. Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas apa yang disebut IRGC sebagai tindakan agresif Amerika di wilayah pesisir Iran selama beberapa minggu terakhir.
Amerika Serikat menanggapi dengan menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan provokatif yang tidak dapat diterima” dan menegaskan bahwa kapal-kapalnya berada dalam operasi kebebasan navigasi yang sah. Pihak Pentagon menyatakan tidak ada korban jiwa di pihak mereka, namun beberapa kru mengalami luka ringan dan kapal harus melakukan perbaikan darurat.
- Lokasi serangan: perairan selatan Teluk Persia, sekitar 25 mil laut dari pelabuhan Bandar Abbas.
- Jenis senjata yang digunakan: rudal anti‑kapal Kh-31, torpedo berat tipe 53‑65K.
- Klaim IRGC: menargetkan kapal kelas destroyer milik US Navy.
Serangan ini meningkatkan ketegangan yang sudah lama menggelayuti hubungan militer antara kedua negara. Washington sebelumnya menuduh Iran melakukan serangan siber dan meluncurkan drone ke instalasi militer di wilayah Irak, sementara Tehran menuding Amerika melakukan intervensi militer di kawasan Timur Tengah.
Pihak berwenang di Washington telah menyatakan akan meningkatkan kehadiran angkatan laut di Teluk Persia serta mempertimbangkan langkah balasan diplomatik. Sementara itu, sekutu‑sekuut regional seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
Pengamat keamanan menilai bahwa serangan ini merupakan demonstrasi kemampuan militer IRGC dalam menghadapi tekanan eksternal dan sekaligus sinyal politik bagi domestik Iran, menjelang pemilihan legislatif yang dijadwalkan pada akhir tahun ini.