Setapak Langkah – 14 April 2026 | Angkatan Bersenjata Indonesia (TNI) tidak hanya mengandalkan latihan tahunan Super Garuda Shield dalam rangka mempererat kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan bahwa kedua negara telah menyelenggarakan lebih dari 170 kegiatan latihan bersama dalam setahun terakhir, mencakup berbagai bidang operasional militer.
Latihan Super Garuda Shield memang menjadi sorotan utama karena skala dan visibilitasnya, namun ada banyak program lain yang dijalankan secara rutin. Kerja sama ini meliputi latihan udara, laut, darat, cyber, serta penanggulangan bencana, yang semuanya dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas, kemampuan taktis, dan transfer teknologi antara TNI dan militer AS.
| Jenis Latihan | Frekuensi (per tahun) |
|---|---|
| Latihan Udara (mis. Red Flag, Cope Thunder) | 30 |
| Latihan Laut (mis. RIMPAC, CARAT) | 25 |
| Latihan Darat (mis. Joint Warfighting, Cobra Gold) | 40 |
| Latihan Cyber & Elektronik | 15 |
| Latihan Penanggulangan Bencana (Humanitarian Assistance) | 20 |
| Latihan Gabungan Lainnya | 60 |
Berbagai latihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan taktis masing‑masing, tetapi juga memperdalam pemahaman prosedur standar operasional (SOP) bersama, mempercepat proses pertukaran intelijen, dan menumbuhkan kepercayaan antara personel kedua belah pihak. Dampak positifnya terasa pada kesiapan TNI dalam menghadapi ancaman konvensional maupun non‑konvensional, serta pada kemampuan respons cepat terhadap bencana alam yang sering melanda Indonesia.
Ke depan, TNI dan militer AS berencana memperluas ruang lingkup kerja sama, termasuk peningkatan pelatihan di bidang ruang angkasa, kecerdasan buatan, dan sistem persenjataan berteknologi tinggi. Upaya ini diharapkan dapat menambah nilai strategis bagi pertahanan nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur keamanan regional.