Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Program Smart Kampung Banyuwangi kembali menjadi perhatian regional setelah dinobatkan sebagai contoh unggulan dalam agenda transformasi digital ASEAN. Inisiatif ini menonjolkan sinergi antara teknologi informasi dan pemberdayaan warga, menjadikannya model yang dapat ditiru oleh daerah lain di Asia Tenggara.
Dalam rangka evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Banyuwangi mencatat skor 4,87 yang menempatkannya pada tingkat menengah‑atas. Indeks ini menilai empat dimensi utama: kebijakan, infrastruktur, layanan, dan partisipasi masyarakat. Nilai tinggi pada dimensi kebijakan dan layanan menunjukkan bahwa perencanaan strategis serta implementasi layanan digital telah berjalan selaras.
Beberapa elemen kunci yang berkontribusi pada pencapaian tersebut antara lain:
- Penerapan portal satu pintu yang memudahkan akses layanan publik bagi warga.
- Penggunaan aplikasi mobile untuk pelaporan masalah lingkungan dan permohonan izin usaha.
- Pelatihan literasi digital bagi masyarakat desa, termasuk kelompok usia lanjut.
- Integrasi data lintas sektor, seperti pertanian, pariwisata, dan kesehatan, dalam basis data terpusat.
Selain angka SPBE, Smart Kampung Banyuwangi mendapat pujian sebagai praktik baik kota cerdas karena berhasil mengubah teknologi menjadi solusi konkret bagi kehidupan sehari‑hari. Contohnya, sistem informasi pertanian berbasis sensor membantu petani meningkatkan produktivitas, sementara platform e‑learning memperluas akses pendidikan di daerah terpencil.
Ke depan, pemerintah daerah berencana memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi ke seluruh desa, menambah modul pelatihan AI untuk UMKM, serta mengintegrasikan sistem transportasi pintar. Dengan langkah‑langkah tersebut, Smart Kampung Banyuwangi diharapkan tidak hanya mempertahankan skor SPBE yang tinggi, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup warga.