Setapak Langkah – 16 April 2026 | Indonesia mempercepat upaya dedolarisasi dengan mencatat lonjakan signifikan dalam transaksi menggunakan mata uang lokal pada tahun 2025. Nilai total transaksi mencapai Rp434,8 triliun, setara dengan sekitar USD25,6 miliar, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat, memperkuat peran rupiah dalam perekonomian, serta meningkatkan kemandirian keuangan nasional.
Beberapa kebijakan utama yang mendukung percepatan dedolarisasi antara lain:
- Peningkatan penggunaan sistem pembayaran digital berbasis rupiah.
- Pemberian insentif bagi pelaku usaha yang melakukan transaksi dalam mata uang lokal.
- Peningkatan likuiditas pasar uang domestik melalui penerbitan obligasi berdenominasi rupiah.
- Penerapan regulasi yang memudahkan konversi mata uang asing ke rupiah bagi importir dan eksportir.
Data transaksi mata uang lokal selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif yang konsisten:
| Tahun | Nilai Transaksi (Rp Triliun) | Setara USD (Miliar) |
|---|---|---|
| 2023 | ≈217,4 | ≈12,8 |
| 2024 | ≈326,1 | ≈19,2 |
| 2025 | 434,8 | 25,6 |
Lonjakan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan kebijakan dedolarisasi, tetapi juga menandakan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap stabilitas rupiah. Dengan volume transaksi yang terus meningkat, diperkirakan peran dolar dalam aktivitas ekonomi domestik akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah menargetkan agar pada tahun 2027, transaksi berbasis rupiah dapat menyentuh angka Rp600 triliun, sekaligus menurunkan proporsi transaksi dalam dolar menjadi di bawah 30 persen dari total nilai perdagangan.