Setapak Langkah – 17 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia kembali melambat, menembus batas psikologis USD 80 per barel pada perdagangan Rabu (17/6). Penurunan ini menandai penurunan signifikan setelah beberapa minggu sebelumnya harga berada di atas level $85.
Penurunan tajam dipengaruhi oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ketika risiko konflik militer berkurang, premi risiko geopolitik yang biasanya menambah harga minyak berkurang secara drastis.
- Redanya ketegangan AS‑Iran mengurangi ekspektasi gangguan pasokan minyak di Teluk Persia.
- Kebijakan produksi OPEC+ yang tetap fleksibel menambah pasokan global.
- Data permintaan global yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, terutama di China dan Eropa, menurunkan permintaan energi.
- Kekuatan dolar AS yang menguat menurunkan daya beli komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut.
Berikut rangkaian harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) dalam seminggu terakhir:
| Hari | Brent (USD/bbl) | WTI (USD/bbl) |
|---|---|---|
| Senin | 84.7 | 81.3 |
| Selasa | 83.5 | 80.2 |
| Rabu | 79.8 | 76.9 |
Penurunan harga ini memberi dampak beragam. Produsen minyak negara‑negara OPEC yang bergantung pada pendapatan tinggi harus menyesuaikan anggaran, sementara konsumen energi, terutama industri transportasi dan manufaktur, dapat menikmati biaya produksi yang lebih rendah. Di sisi lain, pasar keuangan mencatat pergerakan modal kembali ke sektor‑sektor non‑energi.
Para analis memperkirakan bahwa selama ketegangan geopolitik tetap rendah dan permintaan global tidak menunjukkan pemulihan kuat, harga minyak kemungkinan akan tetap berada di kisaran $75‑$85 per barel dalam jangka menengah.