Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengefisiensikan alokasi anggaran Program Makan Bergizi (MBG) meskipun terjadi penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, proses penangkapan tidak akan mengubah prioritas pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.
Penangkapan mantan pejabat BGN terkait dugaan korupsi menimbulkan keprihatinan publik. Namun, Purbaya menekankan bahwa kasus tersebut justru menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan untuk melakukan audit menyeluruh, memperketat pengawasan, serta menyederhanakan mekanisme penyaluran dana MBG.
Beberapa langkah konkret yang akan diterapkan antara lain:
- Pembentukan tim khusus yang terdiri dari auditor internal Kementerian Keuangan dan pejabat independen untuk meninjau penggunaan dana MBG selama tiga tahun terakhir.
- Penerapan sistem digitalisasi pelaporan real‑time yang memungkinkan pemantauan langsung dari pusat hingga ke tingkat desa.
- Penyederhanaan prosedur pencairan dana, mengurangi tahapan verifikasi yang berulang, sehingga bantuan dapat sampai kepada penerima lebih cepat.
- Peninjauan kembali kriteria penerima manfaat untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran.
Selain itu, Purbaya menyampaikan rencana penyesuaian anggaran MBG pada APBN 2025. Pemerintah berupaya menambah efisiensi sebesar 5‑7 persen tanpa mengurangi volume bantuan, dengan mengoptimalkan sinergi antara kementerian terkait, LSM, dan sektor swasta.
Para analis ekonomi menilai bahwa upaya efisiensi ini penting untuk menjaga keberlanjutan program di tengah tekanan fiskal nasional. Jika berhasil, MBG dapat menjadi model pengelolaan anggaran sosial yang transparan dan akuntabel.