Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Menkeu Budi Gunadi Sadikin, yang akrab dipanggil Purbaya, menyatakan keyakinannya bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 akan segera melandai. Optimisme ini muncul setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang diperkirakan akan menurunkan tekanan pada pasar minyak dunia.
Berikut beberapa faktor yang menjadi dasar harapan Purbaya:
- Pengurangan sanksi ekonomi terhadap Iran membuka jalur ekspor minyak tambahan ke pasar global.
- Stabilisasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menurunkan risiko gangguan pasokan minyak mentah.
- Penurunan harga minyak mentah internasional dapat menurunkan biaya produksi dan distribusi BBM di Indonesia.
Jika tren penurunan harga minyak berlanjut, pemerintah berencana menyesuaikan tarif BBM non-subsidi secara bertahap. Hal ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi konsumen, terutama pengguna kendaraan pribadi dan niaga yang mengandalkan bahan bakar premium.
Selain dampak pada harga jual, penurunan tarif BBM juga dapat memengaruhi anggaran negara. Dengan biaya subsidi yang lebih ringan, dana fiskal dapat dialokasikan ke sektor lain seperti infrastruktur dan pendidikan.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap memantau situasi pasar secara intensif dan siap melakukan penyesuaian kebijakan bila diperlukan, guna memastikan stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.