Setapak Langkah – 17 April 2026 | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang dikenal dengan sebutan Purbaya, mengungkapkan bahwa lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor (S&P) menyampaikan sedikit kekhawatiran terkait rasio pembayaran utang Indonesia terhadap pendapatan pajak. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki strategi yang cukup kuat untuk menjaga stabilitas fiskal.
Berikut beberapa langkah yang dijelaskan oleh Kementerian Keuangan untuk mengendalikan rasio pembayaran utang:
- Optimasi penerimaan pajak melalui reformasi perpajakan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.
- Peningkatan efisiensi belanja pemerintah dengan prioritas pada proyek infrastruktur yang memberikan nilai tambah ekonomi.
- Penggunaan instrumen pasar keuangan untuk refinancing utang dengan tenor lebih panjang dan biaya yang lebih rendah.
- Peningkatan cadangan devisa sebagai buffer terhadap volatilitas eksternal.
Selain itu, Kementerian Keuangan menyoroti pencapaian positif dalam beberapa indikator ekonomi, antara lain pertumbuhan PDB yang stabil, defisit anggaran yang berada dalam target, serta cadangan devisa yang kuat. Semua indikator tersebut menjadi dasar keyakinan bahwa pemerintah mampu memenuhi kewajiban utang tanpa mengorbankan program pembangunan.
Purbaya menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berkomunikasi secara transparan dengan lembaga pemeringkat dan investor internasional, guna memastikan bahwa persepsi risiko tetap terkendali.