Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Presiden Vietnam, To Lam, menyampaikan pentingnya peran sentral ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan pada Dialog Shangri‑La 2026 yang berlangsung di Singapura pada Jumat, 29 Mei 2026.
Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa ASEAN harus tetap menjadi platform utama bagi dialog dan koordinasi kebijakan di antara negara‑negara anggota serta mitra luar kawasan. Presiden To Lam menambahkan bahwa tantangan bersama seperti keamanan maritim, perubahan iklim, dan integrasi ekonomi memerlukan respons kolektif yang dipimpin oleh ASEAN.
- Keamanan maritim: Menangani sengketa di Laut China Selatan melalui mekanisme dialog multilateral.
- Perubahan iklim: Menguatkan kerja sama dalam mitigasi dan adaptasi, terutama bagi negara kepulauan.
- Integrasi ekonomi: Mempercepat implementasi RCEP dan inisiatif infrastruktur regional.
Ia juga menegaskan komitmen Vietnam untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya memperkuat kerjasama regional, termasuk dengan mengusulkan inisiatif baru di bidang energi terbarukan dan teknologi digital.
Dialog Shangri‑La 2026 menjadi ajang penting bagi para pemimpin dan pejabat pertahanan Asia‑Pasifik untuk meninjau situasi keamanan serta mempromosikan dialog konstruktif. Pernyataan Presiden To Lam diharapkan dapat memperkuat posisi ASEAN sebagai jantung diplomasi regional di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.