Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan khusus bagi seluruh pengguna jasa kelautan menjelang tanggal 2 Juni 2024. Berdasarkan analisis data satelit, model numerik, serta pengamatan lapangan, diperkirakan akan terjadi kondisi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.
Faktor utama yang menyebabkan peningkatan tinggi gelombang adalah interaksi antara angin kencang yang dipicu oleh sistem tekanan rendah di Laut Jawa dan pergerakan arus laut yang kuat. BMKG memproyeksikan tinggi gelombang rata-rata mencapai 2,5‑3,5 meter, dengan puncak di daerah Selat Sunda, Selat Lombok, serta perairan selatan Pulau Jawa. Di beberapa titik, tinggi gelombang dapat melampaui 4 meter.
Wilayah yang paling terdampak
| Wilayah | Perkiraan Tinggi Gelombang |
|---|---|
| Selat Sunda | 3‑4 m |
| Selat Lombok | 2,5‑3,5 m |
| Pesisir Selatan Jawa | 2‑3 m |
| Pulau Bali (Pantai Barat) | 2‑3 m |
BMKG menekankan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut, termasuk terbaliknya kapal, kerusakan peralatan, serta bahaya bagi awak kapal. Oleh karena itu, otoritas maritim dan operator kapal disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan berikut:
- Mengurangi kecepatan kapal sesuai dengan kondisi laut.
- Meningkatkan frekuensi pemantauan cuaca dan gelombang melalui layanan BMKG.
- Mengoptimalkan jalur pelayaran untuk menghindari zona dengan gelombang tertinggi.
- Menyiapkan peralatan darurat dan memastikan semua awak kapal terlatih dalam prosedur evakuasi.
- Menunda atau menunda operasi penangkapan ikan dan kegiatan rekreasi laut di area yang berisiko tinggi.
BMKG akan terus memperbarui informasi hingga hari pelaksanaan, dan mengimbau semua pihak untuk tetap waspada serta mengikuti arahan resmi. Kewaspadaan bersama diharapkan dapat meminimalisir potensi kerugian dan menjaga keselamatan di laut.