Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan bahwa penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Prancis, menjadi salah satu kompetensi strategis bagi generasi muda dalam era globalisasi yang semakin cepat.
Dalam sambutan resmi yang disampaikan di Istana Negara, ia menyoroti bahwa kemampuan berbahasa Prancis tidak hanya meningkatkan peluang kerja, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara berbahasa Prancis di Eropa, Afrika, dan wilayah Pasifik.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pembelajaran bahasa Prancis dimasukkan ke dalam kurikulum nasional pada semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
Beberapa langkah implementasi yang diusulkan antara lain:
- Menyusun standar kompetensi bahasa Prancis yang selaras dengan kerangka K13 dan kurikulum 2024.
- Melatih dan merekrut guru berpengalaman serta memberikan sertifikasi khusus bagi pengajar bahasa Prancis.
- Mengembangkan modul pembelajaran digital yang dapat diakses secara gratis melalui platform e‑learning pemerintah.
- Menjalin kerja sama dengan kedutaan besar, lembaga budaya, dan universitas di negara‑negara berbahasa Prancis untuk pertukaran pelajar dan sumber materi.
- Mengalokasikan anggaran khusus dalam APBN untuk fasilitas laboratorium bahasa dan program beasiswa studi di luar negeri.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan generasi muda Indonesia tidak hanya mampu berkomunikasi dalam bahasa Prancis, melainkan juga dapat berpartisipasi aktif dalam forum‑forum internasional, meningkatkan daya saing ekonomi, serta memperluas jaringan diplomatik bangsa.