Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Perancis kini berada pada titik terbaik, berkat dorongan kuat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pernyataan ini disampaikan dalam acara konferensi pers yang menyoroti peningkatan kerja sama di bidang strategis.
Di bidang pertahanan, Indonesia mengharapkan peningkatan latihan militer bersama, transfer teknologi, serta kemungkinan pengadaan peralatan militer yang sesuai dengan kebutuhan TNI. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pertahanan regional serta mendukung stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Data perdagangan bilateral tahun lalu menunjukkan nilai transaksi mencapai sekitar 5 miliar dolar AS, mencakup ekspor barang modal, produk pertanian, serta jasa pariwisata. Peningkatan perdagangan ini menjadi indikator kuat bahwa hubungan ekonomi juga mengalami pertumbuhan signifikan.
Berikut beberapa inisiatif utama yang diusulkan:
- Penambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di universitas Perancis terkemuka.
- Pembentukan pusat riset bersama di bidang energi terbarukan dan teknologi informasi.
- Pelaksanaan latihan militer tahunan antara TNI dan Angkatan Darat Perancis.
- Negosiasi pengadaan sistem pertahanan udara dan kapal patroli kecil.
- Pengembangan program magang bagi profesional muda di sektor industri pertahanan.
Prabowo menutup dengan menegaskan harapan bahwa sinergi yang terjalin akan terus memperkuat persahabatan lama kedua negara dan memberikan manfaat konkret bagi rakyat Indonesia dan Perancis.