Setapak Langkah – 06 Agustus 2026 | Presiden Iran baru-baru ini menegaskan bahwa menjalin dialog dengan Mojtaba Khamenei, putra tertua Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menjadi tantangan besar. Dalam pernyataan resmi, Presiden Pezeshkian menyatakan, \”Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini.\”
Hubungan antar lembaga di Republik Islam Iran sangat dipengaruhi oleh jaringan informal yang dikelola oleh anggota keluarga pemimpin tertinggi. Mojtaba Khamenei, meskipun tidak memegang jabatan resmi, dikenal memiliki pengaruh luas dalam penentuan kebijakan strategis, termasuk urusan keamanan dan ekonomi.
Berikut beberapa faktor yang memperumit komunikasi antara kantor kepresidenan dan Mojtaba Khamenei:
- Struktur hierarki ganda: Sistem pemerintahan Iran menggabungkan otoritas eksekutif presidensial dengan kekuasaan religius yang terpusat pada Pemimpin Tertinggi.
- Kekuasaan informal: Pengaruh Mojtaba Khamenei bersifat pribadi dan jaringan, sehingga tidak terdaftar dalam struktur resmi negara.
- Isolasi politik internal: Persaingan antar faksi dalam jajaran konservatif memperketat akses bagi pejabat eksekutif.
- Keamanan informasi: Komunikasi yang melibatkan tokoh berpengaruh tinggi biasanya disaring melalui kanal yang sangat terbatas.
Akibat kesulitan ini, beberapa kebijakan penting dapat terhambat, terutama yang memerlukan persetujuan atau dukungan dari jaringan kekuasaan di dalam Lingkaran Khamenei. Analis politik menilai bahwa ketegangan semacam ini dapat memperlambat reformasi ekonomi yang sedang digalakkan pemerintah, sekaligus menambah ketidakpastian bagi investor asing.
Meski demikian, Presiden Pezeshkian menegaskan komitmennya untuk tetap mencari jalur dialog, baik secara langsung maupun melalui perantara yang dipercaya. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang koordinasi yang lebih efektif, sekaligus menjaga kestabilan politik dalam negeri.