Setapak Langkah – 23 April 2026 | Paris, 22 April 2026 – Kementerian Pertahanan Prancis mengonfirmasi bahwa seorang prajuritnya yang kedua tewas dalam serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah selatan Lebanon.
Insiden terjadi pada malam Rabu, ketika sebuah kendaraan militer Prancis yang sedang melakukan patroli di dekat kota Tyre diserang menggunakan senjata berat. Serangan tersebut menewaskan satu prajurit dan melukai beberapa lainnya, termasuk seorang prajurit yang kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
Pernyataan resmi menyebutkan bahwa identitas korban kedua belum dipublikasikan demi menghormati keluarga. Kementerian menegaskan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran serius terhadap mandat penjagaan damai UNIFIL dan menambah ketegangan di kawasan yang sudah rawan.
- Lokasi: sekitar 30 km selatan kota Tyre, Lebanon.
- Korban: 1 prajurit tewas (yang pertama), 1 prajurit tewas (kedua), beberapa luka-luka.
- Unit terlibat: Pasukan Militer Prancis dalam misi UNIFIL.
UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, bertugas memantau gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta mendukung stabilitas di wilayah selatan Lebanon. Serangan ini menambah daftar insiden yang menargetkan personel penjaga damai dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah Prancis mengutuk tindakan tersebut dan menuntut penyelidikan menyeluruh serta penegakan hukum bagi pelaku. Menteri Pertahanan menegaskan komitmen Paris untuk tetap berpartisipasi dalam misi UNIFIL meski menghadapi ancaman keamanan yang meningkat.
Situasi di perbatasan Lebanon‑Israel tetap tegang, dengan laporan pertempuran sporadis antara kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Komunitas internasional menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan dan dialog politik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.