Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pendapatnya terkait kondisi internal partai politik di Indonesia dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada akhir pekan ini. Menurutnya, tidak semua anggota partai merupakan sosok patriotik; ada pula elemen yang bersikap tidak bertanggung jawab atau bahkan merugikan kepentingan bangsa.
Prabowo menekankan bahwa keberagaman karakter dalam partai politik merupakan fenomena yang wajar, mengingat partai terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Namun, ia memperingatkan agar masyarakat tetap kritis dalam menilai integritas kader partai, terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang.
Berikut poin‑poin utama yang diutarakan Prabowo:
- Setiap partai memiliki anggota yang mencintai negara dan berkomitmen pada pembangunan.
- Di samping itu, terdapat pula anggota yang bertindak tidak sesuai dengan nilai‑nilai kebangsaan, yang Prabowo sebut sebagai “bajingan”.
- Pengawasan internal partai menjadi kunci untuk menyingkirkan elemen‑elemen negatif tersebut.
- Masyarakat harus menilai partai tidak hanya dari deklarasi, melainkan dari tindakan nyata para anggotanya.
Reaksi dari kalangan politik beragam. Beberapa tokoh partai menanggapi dengan menegaskan komitmen mereka terhadap prinsip demokrasi dan menolak label negatif yang diberikan. Sementara itu, analis politik menilai pernyataan Prabowo sebagai upaya menggugah kesadaran publik akan pentingnya integritas dalam proses politik.
Dalam konteks persiapan pemilu mendatang, pernyataan ini dapat memengaruhi dinamika kampanye, terutama bagi partai‑partai yang masih berusaha membersihkan citra mereka. Observasi lapangan menunjukkan bahwa isu integritas anggota partai semakin menjadi faktor penentu bagi pemilih muda.
Secara keseluruhan, Prabowo mengajak semua pihak—baik partai, kader, maupun pemilih—untuk lebih selektif dalam menilai kualitas kepemimpinan politik, dengan harapan tercipta sistem politik yang lebih bersih dan berorientasi pada kepentingan nasional.