Setapak Langkah – 10 Juli 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pembangunan lima bendungan strategis serta pelaksanaan program B50 menjadi bukti konkret upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih makmur.
Program B50, yang merupakan inisiatif pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek infrastruktur dengan nilai investasi mencapai 50 miliar dolar, menjadi katalisator bagi percepatan pembangunan. B50 menargetkan penyelesaian 50 proyek prioritas dalam lima tahun, mencakup sektor energi, transportasi, serta pengelolaan sumber daya air.
- Manfaat ekonomi: Peningkatan produksi pertanian dan energi diproyeksikan dapat menambah PDB nasional sebesar 0,8% per tahun.
- Penciptaan lapangan kerja: Proyek bendungan dan B50 diperkirakan menyerap lebih dari 150.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung.
- Ketahanan energi: Bendungan yang dilengkapi pembangkit listrik tenaga air akan menambah kapasitas energi terbarukan sebesar 2.000 MW.
Presiden Prabowo menambahkan bahwa keberhasilan implementasi proyek-proyek ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor swasta. “Setiap bendungan dan setiap proyek dalam B50 adalah wujud nyata komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menyiapkan fondasi ekonomi yang kuat bagi generasi mendatang,” ujar Prabowo dalam konferensi pers di Istana Negara.
Dengan fokus pada infrastruktur air dan energi, pemerintah berharap dapat mengatasi tantangan perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan, serta menurunkan biaya energi bagi industri dan rumah tangga. Langkah ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.