Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Eropa kini dilanda gelombang panas yang berlangsung lama disertai kekeringan meluas, memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah.
Temperatur maksimum yang tercatat melampaui 40 derajat Celcius di negara-negara seperti Spanyol, Italia, dan Yunani, sementara beberapa daerah di Prancis dan Portugal melaporkan suhu hampir mencapai 45 derajat.
Berikut adalah rangkuman suhu tertinggi yang dilaporkan pada minggu terakhir:
| Negara | Suhu Tertinggi (°C) |
|---|---|
| Spanyol | 44 |
| Italia | 43 |
| Yunani | 42 |
| Prancis | 41 |
| Portugal | 44 |
Akibat kondisi kering, vegetasi menjadi sangat mudah terbakar. Sejak awal bulan, lebih dari 1.200 hektar lahan terbakar, menelan korban jiwa, kerugian properti, dan gangguan pada ekosistem setempat.
Risiko kesehatan publik juga meningkat. Pusat-pusat kesehatan melaporkan lonjakan kasus heatstroke, dehidrasi, dan gangguan pernapasan, terutama di kalangan lansia dan anak-anak.
Pemerintah negara-negara Eropa telah mengambil langkah-langkah darurat, antara lain:
- Penyebaran peringatan cuaca ekstrem melalui media nasional.
- Pembatasan penggunaan listrik pada jam puncak untuk mengurangi beban jaringan.
- Penempatan tim pemadam kebakaran tambahan dan penyediaan helikopter pemadam.
- Penyediaan tempat penampungan air dan pendingin bagi warga yang terdampak.
Uni Eropa juga mengaktifkan mekanisme bantuan dana untuk mendukung negara-negara anggota dalam penanggulangan kebakaran dan pemulihan pasca-bencana.
Para ahli memperingatkan bahwa gelombang panas ini merupakan indikator perubahan iklim yang semakin nyata. Mereka menekankan perlunya strategi jangka panjang, seperti peningkatan reforestasi, pengelolaan air yang berkelanjutan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Ke depan, diperkirakan suhu tinggi akan berlanjut hingga akhir musim panas, sehingga kesiapsiagaan dan koordinasi lintas negara menjadi kunci untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.