Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | PT Blue Bird Tbk melaporkan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun untuk periode Semester I tahun 2026, menandakan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini mencerminkan kinerja kuat seluruh unit usaha perusahaan, termasuk layanan taksi konvensional, taksi premium, serta layanan digital yang semakin populer.
Berikut ringkasan data keuangan utama:
| Keterangan | Nominal (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan Semester I 2026 | 2,97 triliun |
| Pendapatan Semester I 2025 | 2,54 triliun |
| Pertumbuhan YoY | 17% |
Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:
- Peningkatan tarif layanan taksi yang disesuaikan dengan inflasi dan biaya operasional.
- Ekspansi jaringan armada, terutama pada segmen taksi premium yang memperoleh pangsa pasar lebih besar.
- Penerapan teknologi digital untuk pemesanan, pembayaran, dan manajemen armada yang meningkatkan efisiensi operasional.
- Pulihnya permintaan transportasi pasca‑pandemi, terutama di kota‑kota besar.
Meskipun menunjukkan tren positif, Blue Bird tetap menghadapi tantangan, di antaranya persaingan ketat dari layanan ride‑hailing berbasis aplikasi, regulasi pemerintah yang terus berubah, serta fluktuasi harga bahan bakar yang dapat menambah beban biaya.
Untuk semester berikutnya, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10‑12% dengan fokus pada digitalisasi layanan, peningkatan pengalaman pelanggan, serta optimalisasi biaya operasional melalui program efisiensi internal.